Foto : Hakiki Mushroom
Foto : Hakiki Mushroom

Pada postingan sebelumnya tentang prospek dan potensi budidaya jamur tiram , kali ini Uda akan sedikit berbagi tips mengenai strategi pemasaran Jamur Tiram. Dunia bisnis ataupun UMKM, budidaya jamur tiram adalah salah satu primadona dan incaran para pelaku bisnis saat ini. Dikarenakan Prospek dan potensi yang cukup menjanjikan. Saat ini siapa yang tidak kenal dengan kenikmatan serta manfaat dari sayuran megah yang satu ini. Oleh karena itu sayuran (Jamur Tiram ) ini diserba oleh pecinta kuliner dan olahan aneka masakan ataupun makanan. Tentunya peluang pasar bagi pelaku bisnis ini sangatlah luas ,Namun seiring melejitnya pemenuhan kebutuhan akan jamur ini, tentu saja pesaing pun akan semakin meningkat. Agar tidak terlindas oleh persaingan pasar perlu strategi pemasaran sebagai berikut:

 1. Seimbangkan antara jumlah pedagang dengan ketersediaan produk. 

Untuk langkah awalnya kita dapat menentukan target pasar dan jumlah pedagang. Hitung dan seimbangkan jumlah pedagang yang bersedia kita suplai dengan ketersediaan produk.: Misalnya, kita berhasil menawarkan kepada minimal 5orang pedagang, masing-masing pedagang menyanggupi untuk mengambil 2kg – 5kg, maka kita harus mampumengatur jumlah panen jamur dalam kumbung yaitu 10kg– 25kg jamur per hari. Inilah jumlah wajib yang harus kitasediakan untuk bisa menyuplai produk ke pedagang-pedagang tersebut, sekaligus untuk membangun kredibilitas.

2. Buatlah Jadwal Pengisian Baglog dalam Kumbung. 

Berapapun jumlah baglog jamur dalam kumbung yang dikelola, harus dilakukan penjadwalan yang jelas. Misalnya kita memiliki 10.000 baglog dalam kumbung,itu artinya: Pada masa produksi optimal, jamur bisa menghasilkan hingga 100 kg per harinya. Jika kita tidak memiliki pasar sebesar itu, maka jumlah10.000 baglog itu harus dijadwal dengan baik, misalnyadiisi per 2000 log dengan jarak pengisian kumbung 2 minggu,

 maka panen akan stabil di angka 30 kg per hari. Iniakan lebih memudahkan kita dalam mendistribusikan hasil panen sesuai dengan target pasar yang telah kita tentukan.

3. Selalu Menjaga Kualitas Hasil Panen

Untuk bisa memaksimalkan hasil penjualan, harus mampu menjaga kualitas produk agar tetap bagus dan segar, sehingga konsumen pun akan setia mengkonsumsi produk kita. Untuk itu sebaiknya jamur di panen sekitar 3 – 4 jam sebelum dipasarkan dan kemudian dikemas menggunakan plastik kedap udara agar jamur bisa bertahan lebih dari 24 jam.

Berikan Label Pada Kemasan.

Dikenalnya jamur oleh masyarakat,otomatis membuat angka permintaan produk semakin meningkat. Dengan begitu tidak dapat dipungkiri lagi bahwa akan semakin banyak pula persaingan antar pedagang jamur segar. Untuk itulah diperlukan label pada kemasan produk jamur kita sebagai identitas usaha. Hal ini sangat penting untuk membangun brand, kepercayaan dan kredibilitas. Sekaligus mudah untuk men erima kritik serta saran sebagai evaluasi produk selanjutnya.

Periksa Terus Terhadap Hama Penyakit.

Secara umum apabila jamur telah berproduksi, tidak ada  hama berupa jamur liar. Akan tetapi, dikarenakan jamur mengandung protein, maka apabila baglog telah berumur > 60 hari, biasanya terdapat hama ulat. Ulat ini sebenarnya bukan berasal dari baglog atau dari jamurnya, tetapi berasal dari lingkungan. Untuk kasus pada jamur seperti ini, apabila pada jamur telah terdapat ulat, hentikan sementara proses pemanenan,petik seluruh jamur hingga menyisakan jamur yang kecil-kecil saja. Lalu kompres (beri obat) hama ulat. Biarkan kumbung dan jangan diber proses raising (penyiraman) selama 2 hari. Setelah itu lakukan perawatan seperti biasanya.

#semoga bermanfaat

Wassalam

News Reporter
Pemuda Yang Sukses Berwirausaha Secara Mandiri

Jangan Lupa Like & Share

Copyright 2019 @manusiaistimewa.com
%d blogger menyukai ini: