image

Assalamualaikum wR.wB. salam sukses untuk semua petani jamur tiram yang ada di seluruh wilayah Indonesia, semoga Para Master dalam keadaan sehat wal afiat Amin. Suatu kebanggaan tersendiri bagi saya dan kita semua sebagai petani ataupun pelaku bisnis jamur, yang mana semakin hari dunia Jamur semakin meluas dan berkembang pesat. Baik itu jumlah petani, suplyer,sehingga prospek pangsa pasar juga semakin menjajikan.

Tidak kalah saing juga dengan perkembangan teknologinya, yang mana dahulunya para petani jamur (produsen) melakukan operasional atau memproduksi lebih cendrung dilakukan secara manul, dan menggukan tenaga manusia. Seiring kemajuan zaman,melalui pemikiran sang junius, inivatif dan kretik, berkat tangan mereka muncul alat  atau mesin yang mempermudah para petani jamur Dalam bekerja. Berikuit Contohnya:

Pencampuran Media yang biasanya  dilakukan secara manual dengan menggunakan cangkul atau sekop,sekarang sudah  hadir mesin pengaduk (mixer) bertenaga listrik yang mampu mengaduk media mulai dari kapasitas 100 kg sekali aduk bahkan lebih.

Pembuatan Baglog atau pengisian  media tanam kedalam plastik biasanya dilakuan secara manual dengan menggunakan tangan sepadat mungkin seprti mingisi sebuah polibet, Namun sekarang sudah adah alat press manual, mesin press semi otomatis hingga mesin press otomatis memakai tenaga listrik.

Pengukusan atau bahasa modern nya steam yang awalnya menggunakan drum bekas kapasitas  +100 Baglog yang menggunakan kayu sebagai bahan bakar ,  sekarang sudah ada steamer yang berkapasitas ratusan bahakn ribuan baglog yang mekai bahan bakar minyak,gas bahkan oli bekas.

Masih banyak lagi teknologi lainnya seperti: Spiner untuk penirisan miyak penggorengan krispy jamur, alat pengkabutan dalam kumbung jamur dan masih banyak lagi. semua itu di racik oleh tangan terampil siraja besi diantaranya: OM Udin BOOM, Guna Mesin Sejahtera, Srikandi Mesin. dan masih banyak lagi juragan mesin yang menjual produk anadalan merake masing-masing.

Dari Semua Klasifikasi teknogi yang dijelaskan,tentunya memiliki kelebihan dan keunggulan yang mempermudah proses produksi sesuai dengan keinginan kita, dan juga sesuai dengan isi kantong kita hehehyy. dilakukan secara manual ataupun sudah menggunakan mesin itu sah-sah saja karena semuanya memiliki kelebihan dan kekurang tersendiri. Saya sendiri dalam proses pruksi 60% masih secara manual karena belom mempunyai uang yang cukup untuk meminang sebuah mesin dan juga masih ingin berolaraga.

Namun saya juga tidaki ngin kalah dari para master yang ikuti tren sekarang, dimana steamer dulu menggunakan drum kapasitas +100 Baklog sekarang steamer saya modif menjadi sebuah box kapasitas +450 baglog sistim blower, biaya pembuatan steamernyapun alhamdulillah relatif kecil (screet). berikutnya membuat baglog yang dahulunya manual pakai tangan dan pemadatannya juga menggunakan tangan atau tinju. Berkat inovasi yang saya pelajari dibarbagi sumber media, saya membuat alat pres manual sistim injak dengan menfaatkan barang bekas atau rongsokan, yang dengan anggaran biaya kuarang dari ….tentu saja alat buatan saya ini tidak sebagus yang dijual oleh juragan diatas tadi. Saya menggunakan pipa besi ukuran 4 inc untuk palastik ukuran 17*35 . Vidio dibawah ini menjelaskan tentang cara kerja alat press yang saya buat ini.

Semoga bermanfaat, Bagi agan agan yang membutuhkan info seputar jamur yang perlu dibahas silahkan komenter dibawah ini.

untuk menonton vidio saat mengisi Baglog jamur menggunakan alat press ini silahkan kumnjungi FB saya: https://web.facebook.com/melqiu.rameoul

wasalam.

 

News Reporter
Pemuda Yang Sukses Berwirausaha Secara Mandiri

Jangan Lupa Like & Share

Copyright 2019 @manusiaistimewa.com
%d blogger menyukai ini: