Keragaman Seni Dan Budaya di Indonesia (Indonesian Art’s)

Melki Urang Minang / ciloteh Minang Siapa yang tidak kenal dengan Orang Minangkabau atau disiingkat  degan Orang Minang?. Secara  awan jika bicara tentang minang akan langsung teringat orang Padang dikarenakan ibu kota Sumatera Barat adalah kota Padang. hehe.

Secara geografis, Minangkabau meliputi daratan Sumatera Barat, separuhnya daratan Riau, bagian utara Bengkulu, bagian barat Jambi, pantai barat Sumatera Utara, barat daya Aceh, dan Negeri Sembilan di Malaysia. “wikipedia.com”

Kalau bicara tentamg Minangkabau tentu banyak sekali ulasan yang perlu dipaparkan. Mulai dari adat dan budaya, kehidupan sosial, asal usul, agama serta banyak lagi. Naamun pada ulasan kali ini Uda akan membahas sedikit tentang sosial kemasyarakat oramg Minang khususnya sosial masyarakat di Nagari Taeh Baruah, Kecamatan Payakumbuh Kabupaten 50 Kota Provinsi Sumatera Barat. Pada umunnya cara bergaul masyarakt minang yang mudah beradaptasi dan keramah tamahannya tidak diragukan lagi.

Nagari Taeh  Baruah 

Bagi masyarakat Payakumbuh dan sekitarnya Kenagarian Taeh Baruah tidak asing lagi. Ini mungkin karena bahasa atau dialeg yang khas dan memncolok dibanding maayarakat lainnua. Uda akan contohkan beberapa perbedaan kata atara bahasa Indonesia – bahasa Minang – bahasa Taeh Baruah:

Ini adalah beberapa perbedaan kata antara bahasa Indonesia, bahasa Minang dan bahasa Teah Baruah. Pengucapan kasa kata  bahasa masyarakat Taeh Baruah cendrung bahkan lebih dominan kata yang di akhiri dengan huruf “A” diganti dengan huruf “0” pada akhir kata. Contoh: bilo, barapo, ado, tigo dan lain-lain. Bagi mereka yang baru mendengar atau berinteraksi langgsung dengan masyarakat Taeh Baruah akan terkesan lucu bahkan tak jarang mereka menggap bahasa orang Taeh itu kasar. Hehe padahal orang Taeh itu elok semua lho..😁

Dari segi bahasanya saja, masyarakat luar wilayah Taeh Baruah perlu sedikit penyesuain dan pemahaman bahsa agar tidak salah arti apalagi sampai salah paham. Pernah mendengar istilah “Daripado Disapo Urang Taeh Rancak Dipacaruk’an Urang Simalanggang. Itu dikarenakan perbadaan bahasa dan logat masyarakat Taeh Baruah memang sangat mencolok, ini terbukti bahasa masyrakat Nagari Teah Baruah dengan Perbatasan Nagari Simalanggang jauh berbeda. Baik itu dari segi intonasi, pengucapan ataupun logot. Yang mana bahasa orang Simalanggang terdengar lebih lembut dan berirama. Namum meskipun perbedaan bahasa bak langit dan bumi hubungan kedua Nagari atau dengan Nagari yang ada di Payakumbuh tetap terjaga kerukunannya. “Keberagaman bahasa inilah yang membuat Orang Minang Unik dimata Dunia”

Berikut Keunikan Nagari Taeh Baruah

  • Makananya

    Tape jajanan tradisional khas masyarakat Taeh Baruah.

Keunikan lain yang terdapat di Nagari Taeh Baruah adalah kelezatan makanan dan masakan. Sebenar makanan atau masakan khas daerah tersebut. Salah satu nya adalah Jajanan tradisional Tape atau bahasa lokalnya Tapai. Kelezatan tapai diperkuat dengan sebentuk semboyan yang berbunyi “Tapai Po, Ndo Mani, Ndo Jadi’. Ayo beli tapai saya, dijamin pasti enak (manis) kalau tidak enak tidak usah dibayar, ambil saja gratis. Anda mau mencobanya?? Beli donk 😆.

  • Seni Dan Budaya

Bercerita tentang seni masyarakat Taeh Baruah sudah menjadi keseharusan untuk dimilik masyarakt. Baragam Pertunjuk yang ditampil penduduk lokal baik itu dalam suatu even, pesta pernikahan, hari besar  ataupun pertunjukan yang ditampilkan pada hari-hari biasa. Adapun pertunjukan yang sering ditampilkan di Nagari Taeh :

  • Randai.
  • Talempong.
  • Silat.
  • Drama (Sandiwara).
  • Debus.
  • Puisi.

Tidak jika banyak terlahir seniman – seniman hebat yang berkiprah di Negara kita Indonesi.

  • Tradisi Dan Wisata Alam

    Suguhan Keindahan Alam dan Pemandangan Gunung Bungsu Nagari Taeh Bukik.

Salah satu Even akbar yang selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat Taeh Baruah, yaitu tradisi naik puncak Gunung Bungsu setiap bulan Safar kalender Hijriyah. Masyarakat menyebutnya dengan istilah “pucuak bukik”. Secara administrasi pemerintahan, Gunung Bungsu sebenarnya berada di Kenagarian Taeh Bukit. Tapi secara demografis, penduduk Taeh Baruah dan Taeh Bukik tidak bisa dipisahkan. Menurut sejarah dan cerita orang terdahulu, masyarakat Taeh Baruah dulunya berasal dari Taeh Bukik, sehingga sampai sekarang masih ada hubungan kekerabatan yang erat dan bahasa yang digunakan juga sama. Kesamaan tradisi “pucuak bukik” bisa jadi salah satu bukti kalau dulunya masyarakat Taeh Baruah memang berasal dari Taeh Bukik.  Tradisi ini dulunya mengandung nilai religi dimana masyarakat berkumpul di Taeh Bukik untuk berzikir, berdoa dan membaca Al Quran. Bagi yang bisa mencapai puncak Gunung Bungsu pasti akan merasakan bagaimana indahnyanya pemandangan Kabupaten Liampuluh Kota, Payakumbuh, Agam, dan Tanah Datar. Kita akan bersyukur betapa besar nikmat Allah SWT yang telah menganugerahkan alam yang sangat indah. Namun sangat disayang sekarang ini tradisi pucuak Bukik sudah mulai sepi dan tidak skral lagi karena masyarakat atau pemuda/i mendaki pucuak bukik hanya sekedar liburan / berekreasi saja. Jangan kwatir selain aktifas mendaki pucuak bukik, dan suguhan pemandangan yang indah “fajritaeh.wordpress.com”

Gunung Bungsu juga menyajikan “Pertujukan Perlayangan” biasanya pertunjukan ini pada hari- hari tertentu atau pada hari libur saja. Wisata Kuliner cafe Rumah Bako, Wisko, Home Stay Tombak Resort siap memanjakan anda.
Semoga bermanfaat, wassalam.

#Like & #Share

News Reporter
Pemuda Yang Sukses Berwirausaha Secara Mandiri

1 thought on “(Indonesian Art’s) Seni Budaya Yang Wajib Anda ketahui Sebelum Ke Nagari Taeh Baruah,”Minang Update”

Jangan Lupa Like & Share

Copyright 2019 @manusiaistimewa.com
%d blogger menyukai ini: