image

Asslamualaikum Wr wB.  Salam sukses untuk petani jamur se Indonesia semoga semakin sukses dan sehat selalu. Sebagai pelaku bisnis budidaya jamur tiram tentunya sudah mengalami fluktuasi jalannya usaha. Terkadang mendapatkan keuntungan berlimpah,ada kalanya mengalami kerugian. Kerugian dialami dari berbagai faktor yaitu mulai dari SOP atau standar operasional yang tidak terpenuhi hingga mangalai kegagalan dari faktor alam itu sendiri. Pada postingn sebelumnya tentang :
Penyebab-baglog-gagal-dan-cara-mengatasinya. Nah pada postingan kali ini saya akan mencoba mengidentifikasi kegagalan / kerugian akibat log terseranga Hama ulat serta cara mengatasinya.

Untuk meningkatkan hasil panen tidak hanya dibutuhkan perawatan, penambahan nitrisi tambahan tapi juga mencegah dari serangan hama ulat.
Perlu diketahui hama ulat atau hewan lainnya aka mudah menyerang hingga menggrogoti miselium,spora bahkan tunas jamur. Pada hakekatnya jenis sayuran muda tak jarang terdapat ulat sayur yang memanh tidak begitu membahayakan kelayakan konsumsi. Yang jenis ulat sayur ini bisa dibersihkan, lain halnya jika hama ulat tersebut sangat banyak sehingga merusak tanaman.

Berikut Jenis Serangan Hama Pada Baglog Jamur:

1. Nyamuk dan Lalat.
Nyamuk Lalat , Rengit ataupun serangga sejenis ini Adalah hewan yang pernah bahkan sering kita temukan di dalam kumbung jamur. Sebenarnya nyamuk atau rengit ini hal yang biasa ditemui didalam kumbung. Karena aroma khas jamur mengundang hewan ini untuk mendekati ,sekedar mengerumuni , bahkan menghinggapi jamur. “Sisi positifnya, segala jenis jamur yang tumbuh di alam terbuka yang dihampiran,dihinggapi atau dimakan oleh hewan /serangga, hal ini menunjukkan bahwa jamur tersebut tidak beracun atau layak konsumsi.

Bigitupun jamur tiram salah satu jamur komsumsi yang biasa kita budidayakan.jika kumbung tidak dipelihara dengan baik  Lalat dan nyamuk akan banyak terdapat dalam kumbung. Serangga ini biasanya masuk bersamaan saat pintu kumbung terbuka, melalui ventilasi, atau melalui lubang-lubang kecil yang tidak terdeteksi. Ditambah lagi Kondisi yang lembab serta aroma substrat/media log sangat disukai serangga-serangga ini yang akhirnya berkembang biak di dalam kumbung. Serangga akan menjadi hama bagi jamur, apabila sudah menjadikan baglog sebagai tempat meletakkan telur-telurnya . Sehingga setelah menetas, larva-larva yang tumbuh akan memakan miselium dan tubuh buah jamur tiram sehingga batang jamur tiram berlubang-lubang dan pertumbuhan jamur tiram menjadi terganggu (keriput). Setelah memasuki fase dewasa aktif (terbang) Serangga akan berpindah ke media log jamur yang masih sehat dan berkembang biak. Demikian seterusnya sehingga dalam periode tertentu bisa menyebabkan kerusakan yang cukup besar.

2. Laba- laba
Spider atau laba- laba yang ada  didalam kumbung akan menjadi serangga pengganggu dan perusak baglog. Kumbung yang tidak dibersihkan, atau disapaukan menjadi tempat tinggal favorit bagi spider.  Jaring laba-laba yang menyebar dan menyelimuti dinding atau bahkan baglog akan menghambat pertumbuhan miselium.

3. Cacing
Hama cacing ini biasanya memakan miselium sehingga dapat mengakibatkan jamur tidak tumbuh sama sekali/gagal tumbuh. Hama cacing sangat kecil (±1 mm) dan dapat berkembang biak dengan cepat. Pencegahan hama cacing dapat dilakukan melakukan proses sterilisasi dengan sempurna sehingga telur-telur cacing mati.

4. Siput dan Ulat
Ruang kumbung yang tidak bersih serta lantai kumbung yang kotor dan becek dengan genangan air yang berlebihan menyebabkan kedatangan siput yang memiliki tentangkel. Siput akan memakan tunas jamur tiram yang baru tumbuh sehingga pertumbuhan jamur tiram menjadi tidak optimal/rusak.  Begitupun dengan ulat. Irang sudah mengganggap ulat yang berukuran -1 mm ini sebgai ulat sayuran. Namun tekadang ulat ini telalu banyak sehingga merusak permukaan jamur.

4. Kecoak
Dari serangga – serangga yang di jelaskan di atas, Kecoak inilah hama yang  saya pribadi mengganggap hama ini paling saya tidak inginkan dan tidak saya sukai. Apabila kumbung tidak bersih dan disekitar kumbung terdapat gudang atau tumoukan barang bekas kecoak akam berkembang biak dengan cepat. Kecoak akan memakan / merusak tunas / phinhed jamur. Serta Koecoa akan masuk ke dalam baglog melalui permukaan dan berkbang biak.

Berikut Tips Dan Pestisida Alami Untuk Membasmi Hama Serangga Pada Jamur:

1. Parutan esktrat Bawang Putih Dan Lengkuas.
Bau dari bawang putih dan lengkuas tidak disukai oleh serangga  lalat,nyamuk dan sejenis. Jadi ekstrak parutan bawang putih dan lengkuas yang tercampur dengan air ini, disemprotkan ke bagian log atau jamur yang dihinggapi serangga. Sehingga diharapkan serangga tersebut kabur. Metode ini tidak berefek samping pada jamur sehingga aman dikonsumsi.
Cara membuat nya. 200 gram bawang putih, 100 gram lengkus di tumbuk atau di paruk. Ekstratnya dicampur dengan 5 liter air.

2. Lem Lalat
Serang sejenis  lalat , nyamuk / rengit sangat suka menghimpiri benda benda yang terang dan bercahaya. Jadi Lem lalat yang berwarna kuning terang tersebut di letakkan di dalam  kumbung sehingga serangga yang dituju akan menghampiri dan menempel pada kertas.

3. Kapur atau  Semen Putih.
Ini bertujuan untuk membasmi kecoak dan  siput. Seperti yang kita ketahui kecoak yang suka memakan bahan makan sperti  beras , tepung dll. Nah terbarkan Kapur atai semen putih di lantai kumbung secara merata. Metode ini bertujuan agar kecoak akan memakannya dan mati. Atau cara lain iyalah membuat perangkap kecoak dengan baskon / mangkok yang di isi air kopi. Bertujuan untuk mengundang kecoak untuk ngopi dan tecebut kedalam nya.

4. Perawatan Kumbung
Ketiga metode diatas tidak akan terlaksana secara maksimal jika perawatan kumbung tidak dilakukan.
Diantara :
>>menjaga kebersihan kumbubg, baik itu loteng , dinding dan lantai kumbung.
>>Menyapu lantai kumbung apabila sudah kotor atau sisa – sisa panen yang berserakan dilantai.
>>Melakukan pengecekan secara berkala pada Baglog agar tidak di huni oleh serangga apalagi kecoak.

Terima kasih, semoga bermanfaat Wassalam:
Baca Juga:
Steamer Sederhana HandMade

News Reporter
Pemuda Yang Sukses Berwirausaha Secara Mandiri
Copyright 2019 @manusiaistimewa.com
%d blogger menyukai ini: