Cara Membudidayakan Jamur Tiram Dengan Bahan Baku Serta Peralatan Yang Sangat Sederhana Serta Mudah Di dapat

Membudidayakan Jamur Tiram sama halnya dengan membudidayakan atau menanam tanaman pada umumnya, yangmana media tanamnya dari tanah baik itu di tanamlangsung ditanah atau dalam polibet.

Jamur tiram juga butuh media tanam pengganti peran tanah yaitu polibet (Baglog) media serbuk gergaji kayu. 

Adapun yang Diperlukan Membuat Adonan/Bahlog Bahan-bahan yang diperlukan dalam budidaya jamur adalah:

1. Serbuk kayu,

Serbuk yang bagus adalah serbuk yang seratnya lunak dan mudah kompos seperti: serbuk karet,dan kayu hutan lain nya.

2. bekatul(dedak),

3. kapur (CaCO3),

4. gips (CaSO4),

5. tepung jagung (biji-bijan glukosa.

6. Air Bersih

7. Bibit F2ū

“PROSES PEMBUATAN ADONAN ATAU POLIBET ATAU BAGLOG ATAU MEDIA TUMBUH JAMUR TIRAM”
1. Persiapan Bahan Membuat Baklog :Bahan yang harus dipersiapkan diantaranya serbuk gergaji, bekatul, kapur, gips, tepung jagung,Air bersih dan glukosa.

2. Pengayakan :Serbuk kayu yang diperoleh dari penggergajian mempunyai tingkat keseragaman yang kurang baik, hal ini berakibat tingkat pertumbuhan miselia kurang merata dan kurang baik. Mengatasi hal tersebut maka serbuk gergaji perlu di ayak. Ukuran ayakan sama dengan untuk mengayak pasir (ram ayam),pengayakan harus mempergunakan masker karena dalam serbuk gergaji banyak tercampur debu dan pasir 

3. Pencampuran :Bahan-bahan yang telah ditimbang sesuai dengan Kebutuhan dicampur dengan serbuk gergaji selanjutnya disiram dengan air sekitar 50 – 60 % atau bila kita kepal serbuk tersebut menggumpal tapi tidak keluar air. Hal ini menandakan kadar air sudah cukup.

 Formasi Takaran atau komposisi adonan:Formasi  (yang lebih sederhana) Ini adalah Formasi yang

sering kami terapkan Dengan hasil lebih optimal:
 Serbuk Gergaji Kayu=100%
 Dedak=25%
 Kapur (CACO3)=2%
 Glukosa=0,2% / 1 botol
 Air=60%
4.Pengomposan

Setelah semua bahan diatas dicampur dan dirasara sudah pas, selanjutnya dilakukan pengompos. Pengomposan adalah proses pelapukan bahan yang dilakukan dengan cara membumbun campuran serbuk gergaji kemudian menutupinya dengan plastik/terpal tebal selama 1-2 malam

5. Pembungkusan (Pembuatan Baglog) Setelah dilakukan pengomposan langkah selanjutnya adalah Pembungkusan menggunakan plastik polipropilen (PP) dengan ukuran yang dibutuhkan antara lain dengan ukuran 17×35, 18×35, 20×30. Cara membungkus yaitu dengan memasukkan media ke dalam plastik kemudiandipukul/ditumbuk sampai padat dengan botol atau menggunakan filler (alat pemadat) kemudian disimpan. Mengisi dengan ternik manualDengan menggunakan mesin press Baklog

6.Sterilisasi : Setelah media terisi kedalam kantong plastik atau biasa disebut dengan Baklog,selanjutnya dilakukan proses sterilisasi. Sterilisasi dilakukan dengan mempergunakan alat sterilizer yang bertujuan menginaktifkan mikroba,bakteri, kapang, maupun khamir yangdapat mengganggu pertumbuhan jamur yang ditanam.Sterilisasi dilakukan pada suhu 90 – 100 derajat C selama 12 jam. Alat sterilisai sederhana bisa menggunakan seng plat stenlis atau pun menggunakan drun besi bekas.Berikut adalah contoh alat sterilisasi sederhana dengan menggunakan bahan bakarkayu. Proses sterilisasi sederhana


7.Inokulasi (Pemberian Bibit)
:Setelah dilalukan strerilisai selama +- 12 jam, angkat dan tiriskan baklog selama 1 malam (maksimal 24 jam) didalam ruangan Inokulasi (ruangan pembibitan). Baglog ditiriskan selama 1 malam setelah sterilisasi, kemudian kita ambil dan ditanami bibit diatasnya dengan mempergunakan sendok makan/sendok bibit F2 sekitar + 3 sendok makan kemudian sorongkan cincin paralon & ditutup dengan kapa kemudian diikat dengan karet.

Bibit Jamur yang baik yaitu:

 Varitas unggul                                     Umur bibit optimal 45 – 60 hari. Tidak terkontaminasi


Perhatian syarat inokulasi (pembibitan) yang baik dan ben
ar

1. Kondisi nruang harus steril, dengan cara semprot seluruh dalam ruangan dan alat- alat pembitin dengan alkohol (20 menit sbelum pembibitan dilakukan)

2. Lakukan pembibitan di dekat lampu minyak spritus / lampu bunzen

3. Selama pembibitan tidak boleh melakukan aktifitas merokot ataupun hal yg mngakibatkan terkontaminasi. Proses pembibitanHasil pembibitan
8.Inkubasi (Masa Pertumbuhan Miselium) Setelah dilakukan pembibitan dilakukan proses inkubasi yan mana Inkubasi baklog Jamur dilakukan dengan cara menyimpan di ruangan inkubasi dengan kondisi steril.
Wassaalam.

News Reporter
Pemuda Yang Sukses Berwirausaha Secara Mandiri

Jangan Lupa Like & Share

Copyright 2019 @manusiaistimewa.com
%d blogger menyukai ini: