image

Assalamualaikum Wr wB.
Selamat pagi sobat jamur se-indonesia, semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT, Amin. Alhamdulillah sampai saat ini saya masih salah satu petani jamur tiram yang aktif. Meskipun saya saat ini pegawai kontrak disalah satu istansi, Namun Motivasi utama saya tetap ingin menjadi Petani yang sukses. Semangat terussss.

Hal yang membuat saya tidak bisa lepas dari dunia jamur adalah karena saya yakin suatu saat saya bisa mengikuti jejak Para Master yang sudah Terlebih dahulu Naik Daun. “Mudah’mudahan saya Naik Haji. Hehhe.

Oh Iya’ perlu sobat garis bawahi, jangan sampai patah semangat apalagi K.O kalau mengalami pasang surut. Kendala ataupun cobaan. Toh jika selalu berusaha Usaha tidak akan pernah membohongi hasil.

Kebetulan saat ini saya lagi penvampuran media baklog, tidak ada salahnya saya sedikit berbagi pengalaman seputar tentang Komposisi media tanam jamur (baklog). Ada beberapa metode yang peernah saya lakukan untuk pencampuran media baklog. Yang saya dapat dari media sosial, sharing dengan sesama petani jamur atau secara otodidak.  Bahan utama tetap : serbuk kayu, dedak/bekatul, dolomik. Dan beberapa orang telah memodifikasi komposi dengan bahan lain yang fungsi dan kandungan nutrisi yang tetap senyawa. Namun hasil ataupin biaya mungkin sedikit berbeda
Berikut rekomendasi komposisi dari saya.

Formula A: (100:20:2)
– serbuk kayu 100 kg
– dedak atau bekatul 20 kg
– kapur atau dolomik 2 kg
Air 40-60%
formula ini adalah yang paling umum digunakan oleh para petani. dan bisa di katakan komposisi biaya standar/murah.

Formula B : ( 100:10:20:2)
-Serbuk kayu= 100kg
– dedak/ bekatul = 10 kg
-pupuk organik = 20 kg
-Kapur dolomik = 2 kg
– air 60% (secukupnya)
Formasi ini lebih sering saya terapkan karena biaya Operasianalnya lebih murah. Dan hasil jauh lebih baik.

Formasi C : (100:10:5:2)
-serbuk kayu= 100kg
-Dedak / bekatul = 10 kg
-tepung jagung = 5kg
-Kapur dolomik = 2kg
-Air 50%
Fornasi ini adalah salah satu komposiai yang memiliki nutrisi yang lebih banyak / bagus.
Namus sedikit beresiko jika pengomposan log sebelum steam jika terlalu lama disimpan. Log lebih cendrung cepat busuk dan terkontaminasi.

Formasi D : ( 100:12:3;1)
serbuk kayu= 100kg
serbuk kayu= 100kg
-Dedak / bekatul = 12kg
-Puluk urea = 3kg
-Kapur dolomik = 1kg
-Air 60%

Formasi E: (100:15:1:4)
serbuk kayu= 100kg
-Dedak / bekatul = 15 kg
-Dolomik = 1kg
-EM4 = 4 tutup botol campur ke air 40 liter
Air 40% – 50%

Nah itulah rekomendasi formaai komposisi media baklog. Yang memiliki perbedaan hasil, kandungan nutrisi,biaya operasional dan lain-lain.

Semoga bermanfaat..
Silahkan komen jika ada pertanyaan. Silahkan.

News Reporter
Pemuda Yang Sukses Berwirausaha Secara Mandiri
Copyright 2019 @manusiaistimewa.com
%d blogger menyukai ini: