Mengejutkan Hewan Dan Tanaman Ini Dikonsumsi “Urang Terdahulu Ternyata Ini Manfaatnya..!

Melki Urang Minang. #Melki Urang Minang.Bicara tentang kuliner / masakan, sekarang ini beragam bentuk masakan yang terlahir dari racikan hasil kreatifitas para cooky- handal sehingga menjadi olahan siap saji seperti: Sate, Nasi Goreng, Bakso, gado-gado, Nuget, sosis, Pizza, Kebab, martabak, Iga bakar dan ribuan jenis makanan / masakan lainnya yang kemungkinan besar tidak ditemui masyarakst yang hidup pada puluhan tahun sebelumnya. Coba dehh  tanya sama Kakek/Nenek anda, semasa mereka muda pernah nggak mereka makan pizza, burger, Bakso iga dll?😀 “

Terus masyarakat terdahulu ‘bahasa minangnya (urang saisuak) memasak apa? makan apa?. Mayoritas masyarakat dahulu memperoleh bahan pangan dari alam bebas yang dimasak. Tidak heran jika mereka tidak mengenal itilah junk food / fresh food yang hadir saat ini. Eitsss jangan salah,, justru sumber pangan yang di komsumsi masyarakat dahulu itulah yang berperan penting dalam kemajuan inovasi Kuliner saat ini. Yang paling mengesankan Adalah tanaman / hewan yang dikonsumsi mereka terdahulu malahan mengandung banyak manfaat bagi tubuh. Tidak jarang orang peneliti meracik obat-obatan hebar maupun kimia.

Berikut ulasan beberapa jenis hewan dan Tananan yang dikonsumsi masyarakat terdahulu yang mungkin ini familiar bahkan tidak belom pernah anda mencoba kelezatannya:

1. KINCUNG / KINCUANG
Kincung / Kincuang / Kecombrang adalah sejenis tanaman temu-temuan atau rimoangan yang tumbuh tahunan di alam bebas,. Bantuk tumbuhan ini tidak asing, semacam tanaman Lengkuas / jahe yang warna bunganya merah cantik dan buanhnya bongkol (berkelopak). Karna warna dan bentuk bunga yang cantik tanaman ini juga dijadikan tanaman di halaman. 

Buah bongkol kincung ini lah yang di manfaatkan masyarakat baik itu sabagai obat atau pun sebagai sayur / tumis dan campuran masakan lainnya. Rasa dan aroma kincuang ini Unik dan khas yang mengundang serela makan. Selain rasanya yang enak. Tanaman ini memiliki banyak manfaat bagi tubuh diantaranya : mengobati penyakit kulit/campak, sumber energi, korbohidrat, minerial, zat besi. Selain itu khasiat kincung sebagai menambah darah, menguatkan tulang, menambah sistim kemampuan otak dll. Sampai sekarang kincung ini masih banyak digemari dan nilai ekonomis nya pub sudah tinggi.

2. DAUN TAPAK LIMAN 

DI Dunia Pengobatan Herbal Daun Tampak Liman ini Tidak tidak Asing di denagar dikarnakan memiliki banyak Kahasit / manfaat bagi tubuh seperti : mengobati Asam Urat , Ginjal,  Asam Lambung, dll. Tanaman ini adalah sejenis rumput liar yang tumbuh di halaman. Kandung pada daun tapak liman inilah yang dikonsumsi masyarakt baik itu ramuan ataupun dimasak. Dipadang / Minang dahulu sampai sekarang masih banyak di konsumsi baik itu digulai / tumis atau campuran masakan lainnya. Rasa dan Aroma dari daun tapak liman ini tidak biasa, greget greget gimana gitu😂☺. Sudah pernah makan masakan padang gulai telur + tapak liman? hmmm.

3. DAUN SENDUDUK BULU / SIKADUDUAK

Daun senduduk bulu / akar kela, Adalah salah satu jenis tanaman senduduk yang memilki beragam jenis. Tanaman ini tergolong ke tumbuhan liar / semak belukar yang sering ditemui di kebun /lingkungan sekitar. Pasti anda bertanya- tanya,Terus apa hubungan nya anatara daun senduduk bulu dengan makanan?  Perasaan dari tadi yang dibahas tananan/tumbuhan liar bahkan semak-semak saja. Jangankan Untuk dikonsumsi, kita sekarang banyak tidak tahu tumbuhan tersebut.

Nah itulah kehebatan tela’ah orang – orang terdahulu. Mereka tidak sembarang memakan, Tapi mereka memakan tumbuhan / hewan yang memang bermafaat besar bagi kesehatan tumbuh. Makanya para ilmuan sekarang melakukan penelitian cendrung berpendoman kepada contoh pola hidup orang terdahulu. Dan hasil penelitian para ilmuanpun tidak jauh beda dengan cara pandang masyarakat dahulu mengenai khasiat / manfaaat tanaman / hewan yang diteliti tersebut. Adapun manfaat dari daun senduduk bulu di antara lain: Sumber energi, mengobatati luka, sariawan, keputihan, bisul dll. Sampai saat ini masyarakat sering mengkonsumsi daun senduduk sebagai ramuan obat ataupun campuran masakan. Saya sering loh makan daun senduduk olahan rendang daging campur daun senduduk enakkk.

4. BELALANG 

Belalang adalah salah satu komunitas serangga yang kerap di anggap sebagai hama tanaman oleh manusia. Dibalik itu semua ternyata belakang dikonsumsi bahkan mulai merambah dunia kuliner. Dengan kandung Kobohidrat / sumber energi alami dll. Rasanya yang gurih dan menantang tidak jauh beda dengan rasa ikan kering😀. Belalang biasanya dikomsumsi dengan di goreng krispy / kripik. Yang jual juga sudah banyak tuhh.

4. SIPASIN / LARVA CAPUNG ( NIMFA)

Tahukah anda apa itu Larva capung atau kini kini atau Nimfa atau (bahasa minangnya disebut juga dengan sipasin)?. Baik, sipasin atau nimfa  adalah metamorfosis capung. Capung yang berkembang biak dengan bertelur, telur menetas menjadi larva capung dan tumbuh menjadi nimfa / Kinikini / sipasin yang hidup di perairan dangkal. Hewan ini termasuk carnivora ganas yang memakan mikroba dan ikan kecil di dasar perairan dangkal. Sebelum ber metamorfosis menjadi seekor capung nimfa akan tetap berada dalam air. Nimfa / sipasin inilah yang di konsumsi masyarakat terdahulu mungkin juga sampai sekarang.  Dahulu orang menangkap ikan kecil atau udang di sawah dalam parit – parit kecil untuk dikonsumsi termasuk hewan sipasin / nimfa capung tadi. Sipasin / nimfa rasanya dan manfaat tidak jauh beda dari rasa udang air tawar.

Masih banyak lagi tanaman / hewan konsumsi yang kurang familiar bagi kita saat ini seperti: Jantung Pisang, Bunga Pepaya, Bunga Durian dll.

Demikianlah Ulasan tentang hewan dan tanaman yang di konsumsi masyarakat terdahulu bahkan sampai sekarang. Adapun di setiap daerah terdapat banyak macam makan tradisional yang berasal dari hewan / tanaman yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba wassalam “(like, coment & share.)

News Reporter
Pemuda Yang Sukses Berwirausaha Secara Mandiri

Jangan Lupa Like & Share

Copyright 2019 @manusiaistimewa.com
%d blogger menyukai ini: