Penyaluran KKS di PKH kota Payakumbuh, Sumatera Barat.

Program Keluarga Harapan (PKH) selalu berupaya berjuang keras meningkatkan pelayanan perlindungan sosial dalam mengentaskan kemiskinan, khususnya agar mampu mengurangi beban Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Serta diharapkan PKH mampu memutus mata rantai kemiskinan antar generasi, sehingga generasi berikutnya dapat keluar dari garis kemiskinan. Hal ini dibuktikan dengan kebijakan baru dari pemerintah saat ini. Mulai dari Pengembangan Keluarga Penerima Manfaat (KPM), SDM PKH, kebijakan Tunai ke Non Tunai. Pada akhir tahun 2016 dan  memulai awal tahun 2017 penyaluran non tunai bekerjasama dengan sistem Bank HIMBARA melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Kebijakan Non Tunai diharapkan dapat mencapai percepatan panyaluran dan demi akuntabilitas, serta layanan keuangan inklusif. Proses pencairan RP 1.890.000 per tahun per KPM yang pencairan dilaksanakan emapat kali (tahap) dalam setahun melalui kartu KKS yang juga sebagai Multifungsi semua bansos. Tidak hanya perubahan kebijak bansos dari Tunai ke Non Tunai, PKH juga berupaya meningkatkan pelayanan diantaranya pelaksanaan FDS.

PKH Kota Payakumbuh, diklat FDS dimulai pada tahun 2017 dengan kepesertaaan 2014/2015, kemudian pada akhir tahun 2017 dilaksanakan uji coba fds dengan kepersertaaan 2016.

“Pelaksanaan Family Development Sosial (FDS) atau Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2), dalam hal ini pendamping diharapkan tidak hanya harus memahami serta menguasai materi, tetapi juga dituntut harus sanggup menyusun strategi dalam mengemas sedemikian rupa agar pelaksanaan FDS berhasil sesuai tujuan ujar “Dira” (Korkot).

  • PELAKSANAAN FDS

Salah satu kegiatan rutin pendamping PKH, melakukan pertemuan kelompok minimal sekali dalam sebulan. Hal serupa juga dilaksanakan oleh (Melki) Pendamping Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh.Sumatera Barat. Dengan dampingan 281 KPM. Pertemuan kelompok yang dikakukan Melki beserta rekan – rekan Pendamping PKH Kota Payakumbuh lainnya, selain untuk verifikasi komponen, membahas masalah PKH, juga mengadakan pelaksanaan FDS. Diharapkan agar pertemuan kelompok lebih bernilai dimana peserta dibekali oleh Pendampaing terkait masalah: pendidikan dan pengasuhan anak, ekonomi keluarga, kesehatan.

Suksesnya pelaksanaan FDS oleh Pendamping tidaklah mudah. Bukan hanya sekedar berbicara atau menyampaikan materi saja, tetapi pendamping harus berbekal strategi agar apa yang disampaikan dapat diterima para peserta dan dapat di Aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Butuh cara / metode tersendiri bagaimana pendamping melakukan pendekatan dalam penyampaian sehingga terkesan saling mengajak bukan memaksa peserta. Biar bagaimana pun KPM atau peserta jauh lebih tua dari kita. Oleh sebab itu jangan sampai pendamping terkesan menggurui agar suasana tersa lebih cair dan nyaman buat peserta. (melki)

  • Modul Materi FDS:

Modul Pendidikan

  • Menjadi Orangtua hebat
  • Memahami  perlilaku dan belajar anak usia dini
  • Meningkatkan perilaku baik anak
  • Bermain sebagai cara anak belajar
  • Meningkatkan kemampuan bahasa anak

Modul Perlindungan Anak

  • Perlindungan Anak
  • Hak Anak termasuk Anak berkebutuhan Khusus
  • Mencegah kekerasan dalam Rumah Tangga
  • Perlindungan ibu

Modul Kesehatan:

  • Gzi
  • Pelayanan Ibu Hamil dan bersalin
  • Pelayanan Ibu Nifas dan menyusui
  • Pelayanan Bayi dan Remaja
  • Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PBHS).

Modul Ekonomi

  • Pengelolaan keuangan keluarga
  • Tabungan dan Kredit
  • Usaha Mikro Kecil dan menengah
  • Kewirausahaan
  • Pemasaran

Lansia dan Dissabilitas.

Manfaat FDS:

Seperti dikeluharan Napar kecamatan Payakumbuh, pertemuan kelompok dan pelaksanaan FDS dilakukan oleh 1 orang pendamping dengan dihadiri 15 – 25 orang pesrta. Berikut beberap manfaat fds bagi peserta / KPM dan pendamping:

  1. Sebagaimana verifikasi Fasdik dan Faskes yang rutin dilakukan oleh pendamping untuk meninjau sejuah mana konitmen peserta seperti virikasi absen sekolah dan posyandu. Sehingga lama kelamaan peserta sadar akan penting pendidikan dan kesehatan kekuarga. Begitu juaga dengan kehadiran peserta ketika pelaksanaan FDS akan merubah pola pikir peserta dengan sendirinya.
  2. Dengan mengikuti FDS akan menambah pengetahuan peserta bagaimana menjadi orang yang lebih baik, pengasuhan dan pendidikan anak agar sukses dimasa depan. Serta kekeliruan yang selama ini peserta lakukan berkat FDS peserta lebih terarah dan termotivasi ke arah yang lebih baik lagi dalam kehipun.
  3. Kegiatan yang dilakukan secara interaktif – partisipasi, sehingga menciptakan suasana yang nyaman yang mampu meringankan bebas pikiran peserta. Disini pendamping dituntuk untuk lebih lihai dalm mencairkan suasana riang seperi: dimulai dengan pembukaan, isi materi, permain dan sedikit membumbui nuasa ceria.
  4. Pelaksanaan FDS agar mampu merubah mindset peserta agar lebih mandiri lagi. PKH Kota Payakumbuh bertekad fds tidak hanya mampu merubah mindset peserta, tetapi pendamping juga harus jitu berinovasi agar FDS memang benar-benar fiimplikasikan dan seimbang di kehidupan sehari-hari. Strategi pendamping di antara lain dalam materi Perekonomian keluarga dipraktekan langsung dengan belajar budidaya jamur serta berkebun sayur. Supaya suatu saat KPM mampu merauk penghasiln sendiri.

Jadi komplit sudah tujuan dari Program Keluarga Harapan (PKH), berupaya mengentaskan kemiskina dari segala aspek. Baik itu aspek perekonomian melalui KKS untuk penyaluram bansos.  Dan melalui pelaksanaan FDS untuk mengubah pola pikir KPM betapa pentingnya pendikan & pengasuhan anak, kesehatan serta perencanaan perekonomian keluarga menuju lebih baik lagi.  Kartu KKS berapu materi bagaiakan celana untuk menutupi penampilan kita agar kita bisa bergerak. Dan FDS merupakan peningkatan pengetahuan / SDM bagaikan sebuah baju yang sudah berpakaian lengkap bagi tubuh sehangga kita akan bangga berdiri ditengah-tengah masyarakat.

#PKH_luar_biasa.

News Reporter
Pemuda Yang Sukses Berwirausaha Secara Mandiri

Jangan Lupa Like & Share

Copyright 2019 @manusiaistimewa.com
%d blogger menyukai ini: