image

Assalamualaikum wR wB, semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT. Bagi para petani jamur selama bulan kemaren adalah masa yang ditunggu – tunggu untuk panen jamur lebih meningkat dari hari biasa. Dan mungkin juga diantara kita musim hujan kemaren merupakan cobaan bagi kita. Karena hasil panen ataupun produksi jamur malah semakin merosot. Saya contohnya, bulan kemaren adalah cobaan bagi ssaya karena hampir 80% baglog saya gagal tumbuh (gagal produksi) ingin dikarenakan berbagai macam hal terumatama menurut saya adalah faktor iklim atau cuaca yang kurang pas bagi saya untuk produksi baglog. Sesuai pengalaman yang saya alami mungkin saya akan sedikit berbagi kendalan atau kegagalan yang saya alami saat musim hujan kemaren serta saya akan mencoba menemukan soluai dari faktor kegagalan tersebut.

1. Baglog yang terlalu basah
Menurut saya mungkin ini adalah faktor utama baglog gagal. Saat musim hujan kemaren, media baglog terutama serbuk lebih dominan mengandung air yang cukup tinggi. Hal ini dikarenakan oleh serbuk kayu dibiarkan kehujanan oleh tukang somel dan pada musin hujan ini serbuk susah untuk dikeringkan. Sehingga seringkali saya memaksakan untuk mengunakannya.

2. Media baglog gampang busuk
Terkadadang inilah kelalai kita sebagai petani yang sering sok sok melakukan uji coba padahal sudah pesimis gagal termaauk saya hehe. Kandung Baglog yang lebih basah terutama karena air  hujan adalah musuh utama merambatnya miselium. Disini saya sering memperhatikan wqrna baglog sedikit coklat kentah bahwan sudah menghintam. Saya mengganggap hal demikian adalah bentuk baglog yang sudah busuk.

3.Kontaminasi
Kontaminasi adalah rajanya saat musim hujan karena segala bentuj bakteri dan jamur akan lebih gampang untuk berkembang biak. Contoh saat saya menunda pengukusan 3 hari (hal ini sering saya lakukan dihari – hari biasa alhamdullah tetap berhasil namun saat musim hujan kemaren yang saya alami adalah baglog  malah ditumbuhi jamur liat sebelum di steam dan di inok. Bahkan baglog mengandung ulat kumbang dan kutu.

Dampak yang saya alami dari kejadian diatas adalah 80% baglog saya gagal (miselium tidak merambat). Tentu saja hal ini membuat saya sedikit down karena ini skla besar. Tapi saya tidak menyerah begitu saja. Saya berusaha mencari solusi agar kegagalan ini bisa di atasi. Alhamdullah saya menemukan jalan keluar yaitu saya steam ulang lebih lama dari biasanya. Saya inok lagi dan berhasil 95%.

Dari pengalaman saya di atas mungkin ada sedikit tips yang dapat saya bagikan kepada sahabat semua.
1. Pada musim hujan, usahakan serbuk kayu jangan kehujanan atau mengandung air yang cukup tinggi.

2. Simpan baglog didalam ruangan yabg bersih dan kering. Lakukan sterilasasi secepatnya agar baglog tidak  terserang jamur liar. Dan ulat.

3. Akan lebih baik dan lebih bagus jika steam baglog sedikit lebih lama dari biasanya .minimal 10 jam. Karena saat musin hujan untuk sterilisasi harus lebih extra agar benar- benar steril.

Semoga bermanfaat.
Silahkan berkomentar wassalam.

News Reporter
Pemuda Yang Sukses Berwirausaha Secara Mandiri

Jangan Lupa Like & Share

Copyright 2019 @manusiaistimewa.com
%d blogger menyukai ini: