image

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, dengan bangga kami panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telas memberikan penerangan dalam menyelesaikan Buku Panduan Budidaya Jamur Tiram Putih ini.

Terimakasih kami sampaikan kepada seluruh keluarga serta sahabat ataupun mitra Usaha jamur Minang yang senantiasa selalu berbagi ilmu dan bimbingannya.

Buku ini disusun supaya dapat memberikan serta menambah  sedikit  pengatuah kita semua bagaimana cara budidaya jamur tiram putih yang telah kami jalankan kami geluti beberapa tahun belakangan, hingga sekarang.Mudah-mudahan dapat menjadikan motivasi untuk kita semua, terutama kita generasi muda dan para pemula budidaya jamur tiram hendaknya.

Dalam penyusunan buku ini ini mungkin saja masih banyak kekurangan, baik dari segi pemaparan serta penulisan kami mohon maaf dan saran dari semua pihak. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Amiin.

 

Taeh Baruah,  2018

 

Emelki, A.Md

 

  1.   PENDAHULUAN

Sekilas tentang Jamur Tiram
Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu jamur kayu yang sangat baik untuk dikonsumsi manusia. Selain karena memiliki cita rasa yang khas, jamur tiram juga memiliki nilai gizi yang tinggi. Jamur tiram mengandung protein sebanyak 19 – 35 % dari berat kering jamur, dan karbohidrat sebanyak 46,6 – 81,8 %. Selain itu jamur tiram mengandung  tiamin atau vit. B1, riboflavin atau vit. B2, niasin, biotin serta beberapa garam mineral dari unsur-unsur Ca, P, Fe, Na, dan K dalam komposisi yang seimbang. Bila dibandingkan dengan daging ayam yang kandungan proteinnya 18,2 gram, lemaknya 25,0 gram, namun karbohidratnya 0,0 gram, maka kandungan gizi jamur masih lebih lengkap sehingga tidak salah apabila dikatakan jamur merupakan bahan pangan masa depan. Jamur tiram juga bermanfaat dalam pengobatan, seperti :

  • Dapat menurunkan tingkat kolesterol dalam darah.
  • Memiliki kandungan serat mulai 7,4 % sampai 24,6% yang sangat baik bagi pencernaan.
  • Antitumor, antioksidan, dll.

Budidaya jamur tiram memiliki prospek ekonomi yang  baik. Jamur tiram merupakan salah satu produk komersial dan dapat dikembangkan dengan teknik yang sederhana. Selain itu, konsumsi masyarakat akan jamur tiram cukup tinggi, sehingga produksi jamur tiram mutlak diperlukan dalam skala besar.

Jamur tiram tumbuh pada serbuk kayu, khususnya yang memiliki serat lunak seperti jenis kayu albasiah. Suhu optimum untuk pertumbuhan tubuh buah jamur tiram adalah 20 – 28°C, dengan kelembaban 80 – 90 %. Pertumbuhan jamur tiram membutuhkan cahaya matahari tidak langsung, aliran udara yang baik, dan tempat yang bersih.

Latar Belakang
Pemilihan kami bentuk usaha budidaya jamur tiram ini dilatarbelakangi oleh :
Budidaya jamur tiram memiliki prospek ekonomi yang baik. Pasar jamur tiram yang telah jelas serta permintaan pasar yang selalu tinggi memudahkan para pembudidaya memasarkan hasil produksi jamur tiram.
Jamur tiram merupakan salah satu produk komersial dan dapat dikembangkan dengan teknik yang sederhana. Bahan baku yang dibutuhkan tergolong bahan yang murah dan mudah diperoleh seperti serbuk gergaji, dedak dan kapur, sementara proses budidaya sendiri tidak membutuhkan berbagai pestisida atau bahan kimia lainnya.Membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar pertanian jamur tiram.Media pembelajaran yang bertanggung jawab bagi penulis dalam memasuki dunia bisnis.Usaha jamur tiram merupakan salah satu alternatif untuk memperoleh pendapatan, baik itu sebagai usaha sampaingan, maupun untuk usaha utama.

Visi
Menjadi industri budidaya jamur tiram yang memenuhi kebutuhan jamur tiram dalam negeri khususnya daerah sekitarnya dan Indonesia pada umumnya. Serta berbagi pengetahuan, pengalam tentang Budidaya jamur tiram.
Misi

  • Meningkatkan taraf hidup petani dengan menghasilkan jamur berkualitas baik.
  • Memperkenalkan jamur tiram secara luas kepada masyarakat melalui pendekatan kualitas (cita rasa, mutu dan kesegaran) dan pendekatan pelayanan konsumen.
  • Membuka pelatihan budidaya jamur tiram kepada masyarakat secara luas
  • Mensosialisasikan manfaat jamur tiram bagi kesehatan masyarakat sekitar pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.

 

POTENSI DAN PROSPEK JAMUR TIRAM

  1. Keuntungan Budidaya Jamur :

>>Budidaya jamur memanfaatkan limbah organik yang banyak melimpah, murah dan mudah didapat disekitar kita sehingga menjadikan lingkungan bersih,indah dan sehat.

.>>Budidaya jamur tidak memerlukan lahan yang luas.10X10 Meter(100 m2) bisa menampung ± 7500 baglog, dengan estimasi pendapatan ±Rp. 500.000 per hari,

>>Produk Jamur dapat dimanfaatkan untuk menambahgizi atau menu serta dapat menambah pendapatan.keluarga.

.>>Kompos bekas media tanam dapat langsungdigunakan untuk pupuk kolam ikan, makanan ikan dan untuk memelihara cacing.

Prospek dan Peluang Budidaya Jamur :

  1. Permintaan jamur yang standar di pasaran, karena jamursebagai jenis sayuran yang banyak dikonsumsi olehmasyarakat, cita rasa yang lezat, bergizi tinggi dan bisadigunakan sebagai makanan alternatif untuk pengobatan.

 Mengandung 9 jenis dari 10 asam amino essensial: arginin,

histidin, isoleusin, lisin, metionin, fenilalanin, treonin, triptofan,dan valin, serta 72% lemaknya tidak jenuh,

 Mengandung vitamin: B1 (thiamin), B2 (riboflavin), niasin dan biotin.

 Mengandung elemen makro, antara lain K, P, Ca, Na, &Mg.

 Mengandung elemen mikro seperti Cu, Zn dan lain-lain,

 Jamur juga terbukti ampuh untuk menghambat HIV-AIDS, kolesterol, gula darah dan juga kanker ( Widodo, 2007 ).

  1. Budidaya jamur menggunaan modal yang relatif kecil dan terjangkau oleh segala lapisan masyarakat,
  2. Teknologi tepat guna yang murah & sederhana sehingga lapisan masyarakat pedesaan bisa melakukan budidaya jamur.
  3. Budidaya jamur fleksibel sehingga dapat dilakukan siapa saja, dimana saja, kapan saja dan tidak mengenal musim,dapat dijalankan dalam skala rumah tangga /kecil,menengah bahkan dengan teknologi modern.
  4. Budidaya jamur mempunyai waktu panen yang singkat 1,5 bulan sudah memetik hasil, tidak membutuhkan biaya pakan, obat-obatan, dan pupuk.

PEMBAHASAN

A. Teknologi Budidaya Jamur

Persiapan Tempat & bahan

Ada beberapa Bangunan untuk budidaya Jamur/produksi sendiri terdiri dari:

  1. Ruang persiapan

Ruang persiapan adalah ruangan yang berfungsi untuk melakukan kegiatan pengayakan, pencampuran,pewadahan, dan sterilisasi.

Usahakan ruangan ini sedikit lbih lebar dan lantainya (dicor) sedikit luas supaya lebih gampang dan leluasa dalam prosen pengadukan bahan baku.

       2. Ruang Inokulasi (Ruangan Pembibitan)

Ruang Inokulasi adalah ruangan yang berfungsi untuk menanam bibit pada media tanam, ruang ini harus mudah dibersihan, tidak banyak ventilasi (tertutup) untuk menghindari kontaminasi (mikroba lain). Ada beberapa kriteria / klasipikasil Ruangan Inokulasi sederhana versi kami:

>>Ruangan (khusus) ini sangat diutamakan kebersihan.steril,serta dalam kondisi tertutup.

Ruangan sedrhananya: box minimal ukuran 2×3 m yg didinding dengan terpal/plastik. Atausebeuah kamar rumah kosong.

  1. Ruang Inkubasi (Penyimpanan)

Ruangan ini memiliki fungsi untuk menyimpan/menumbuhkan miselium jamur pada media tanam yang sudah diinokulasi (dibibit). Kondisi ruangan diaturpada suhu 28– 34 derajat C dengan kelembaban 40% – 60%, Ruangan ini dilengkapi dengan rakrak bambu/kayu untuk menempatkan media tanamdalam kantong plastik (baglog) yang sudah di bibit.

Berikut standar ruangan versi kami yang mungkin bisa menjadi acuan anda:

  1. Ruangan ini dindingnya tertutup dan suhu dalam ruangan tidak terlalu lembab, tidak pula terlalu panas.

Dinding ruangan yg sederhana adalah dari terpal plastik hitam/ papan/ ataupun bata.

  1. Ruangan harus bersih, dan steril dan sedikt pentilasi.
  2. Ruangan ini dilengkapi dengan rakrak bambu/kayu untuk menempatkan media tanamdalam kantong plastik (baglog) yang sudah di bibit.
  3. Kalau ruangan tidak dilengkapi rak-rak, anda bisa mnyusun baklog di atas lantai dengan posisi berdiri.

      4.KUMBUNG / Rumah jamur /Ruang Panen

Ruang panen (kumbungng) digunakan untuk menumbuhkan tubuh buah jamur. Bentuk Bangunan/Ruangan ini tidak jauh beda dengan bangunan Ruangan Inkubasi (ruangan penyimpanan). TAPI SIRKULASI DAN SUHU UDARANYA jauh berbeda. Yangmana ruangan KUMBUNG INI HARUS MPUNYAI KLEBABABAN YANG TINGGI. dilengkapi juga dengan rak-rak penanaman dan alatpenyemprot/pengabutan. Pengabutan berfungsi untuk menyiram dan mengatur suhu udara padakondisi optimal 16 – 22derajat C dengan kelembaban 80 – 90%.

> Dinding bangunan bisa terdiri dari: Anyaman bambo, Anyaman daun kelapa.papan ataupun bata, untu menghindari cahaya matahari langsung.

  1. Peralatan Dan Bahan Baku

Peralatan yang digunakan pada budidaya jamur diantaranya:

  1. Mixer, cangkul, sekop Yang berguna untuk mengdukbahan adonan media tanam
  1. filler, botol atau mesin press kalau ada berfungsi untuk memadatkan isi adonan yang dimasukkan dalam kantong plastik (baklog).
  1. boiler/drum, Berfungsi untuk mengukus/stem/sterilisasi Baklog
  1. gerobak dorong, Pengangkut Baklog dan bahan-bahan lainnya.
  1. sendokbibit, Berfungsi untuk pembibitan (Inokulasi) berfungsi untuk mengisi media tanan disebut dengan Baklog/polibet
  1. kapas/kertas koran, Penutup cicin Baklog yang siap dibibit (Inokulasi )
  2. cincin plastic/paralon unukun 1 – 1,5 inc

Proses Dan Teknik Pembuatan Media Tanam jamur(Baklog)

Bahan Yang Diperlukan Membuat Adonan/Baklog

Bahan-bahan yang diperlukan dalam

budidaya jamur adalah

  1. Serbuk kayu,

Serbuk yang bagus adalah serbuk yang seratnya lunak dan mudah kompos seperti: serbuk karet,dan kayu hutan lain nya.

  1. bekatul(dedak),
  2. kapur (CaCO3),
  3. gips (CaSO4),
  4. tepung jagung (biji-bijan glukosa.
  5. Air Bersih
  6. Bibit F2
  7. Bibit F2

 Proses Dan Teknik Pembuatan Media Tanam jamur(Baklog

  1. Persiapan Bahan Membuat Baklog

Bahan yang harus dipersiapkan diantaranya serbuk

gergaji, bekatul, kapur, gips, tepung jagung,Air bersih dan

glukosa.

  1. Pengayakan

Serbuk kayu yang diperoleh dari penggergajian mempunyai tingkat keseragaman yang kurang baik, hal ini berakibat tingkat pertumbuhan miselia kurang merata dan kurang baik. Mengatasi hal tersebut maka serbuk gergaji perlu di ayak. Ukuran ayakan sama dengan untuk mengayak pasir (ram ayam),pengayakan harus mempergunakan masker karena dalam serbuk gergaji banyak tercampur debu dan pasir

  1. Pencampuran

Bahan-bahan yang telah ditimbang sesuai dengan

Kebutuhan dicampur dengan serbuk gergaji selanjutnya disiram dengan air sekitar 50 – 60 % atau bila kita kepal serbuk tersebut menggumpal tapi tidak keluar air. Hal ini menandakan kadar air sudah cukup.

Formasi (yang lebih sederhana) Ini adalah Formasi yang sering kami terapkan Dengan hasil lebih optimal:

  • Serbuk Gergaji Kayu =100%
  • Dedak           =25%
  • Kapur / DOLOMIT (CACO3) =2%
  • Air =60%

        4.Pengomposan

Setelah semua bahan diatas dicampur dan dirasara sudah pas, selanjutnya dilakukan pengompos.

Pengomposan adalah proses pelapukan bahan yang dilakukan dengan cara membumbun campuran serbuk gergaji kemudian

menutupinya dengan plastik/terpal tebal selama 1-2 malam

  1. Pembungkusan (Pembuatan Baglog)

Setelah dilakukan pengomposan langkah selanjutnya adalahPembungkusan menggunakan plastik polipropilen (PP) dengan ukuran yang dibutuhkan antara lain dengan ukuran 17×35, 18×35, 20×30. Cara membungkus yaitu dengan memasukkan media ke dalam plastik kemudiandipukul/ditumbuk sampai padat dengan botol atau menggunakan filler (alat pemadat) kemudian disimpan.

  1. Sterilisasi

Setelah media terisi kedalam kantong plastik atau biasa disebut dengan Baklog,selanjutnya dilakukan proses sterilisasi. Sterilisasi dilakukan dengan mempergunakan alat sterilizer yang bertujuan menginaktifkan mikroba,bakteri, kapang, maupun khamir yang dapat mengganggu pertumbuhan jamur yang ditanam.Sterilisasi dilakukan pada suhu 90 – 100 derajat C selama 12 jam. Alat sterilisai sederhana bisa menggunakan seng plat stenlis atau pun menggunakan drun besi bekas.Berikut adalah contoh alat sterilisasi sederhana dengan menggunakan bahan bakar kayu. Proses sterilisasi sederhana

  1. Inokulasi (Pemberian Bibit)

Setelah dilalukan strerilisai selama +- 12 jam, angkat dan tiriskan baklog selama 1 malam (maksimal 24 jam) didalam ruangan Inokulasi (ruangan pembibitan). Baglog ditiriskan selama 1 malam setelah sterilisasi, kemudian kita ambil dan ditanami bibit diatasnya dengan mempergunakan sendok makan/sendok bibit  F2 sekitar + 3 sendok makan kemudian sorongkan cincin paralon & ditutup dengan kapa kemudian diikat dengan karet. Bibit Jamur yang baik yaitu:

 Varitas unggul

 Umur bibit optimal 45 – 60 hari

 Warna bibit merata

 Tidak terkontaminasi

Perhatian syarat inokulasi (pembibitan) yang baik dan benar

  1. Kondisi nruang harus steril, dengan cara semprot seluruh dalam ruangan dan alat- alat pembitin dengan alkohol (20 menit sbelum pembibitan dilakukan)
  2. Lakukan pembibitan di dekat lampu minyak spritus / lampu bunzen
  3. Selama pembibitan tidak boleh melakukan aktifitas merokot ataupun hal yg mngakibatkan terkontaminasi.
  4. Inkubasi (Masa Pertumbuhan Miselium)

Setelah dilakukan pembibitan dilakukan proses inkubasi yangmana Inkubasi baklog Jamur dilakukan dengan cara menyimpan

di ruangan inkubasi dengan kondisi tertentu.baik itu dengan cara disusun d atas rak ataupun dalam kondisi berdiri.Inkubasi dilakukan hingga seluruh media berwarna putih merata, biasanya media akan tampak putih merata antara 40 – 50 hari.Dalam ruangan Inkubasi (penyimpan) kondisi harus steril dan sedikit gelap, suhu dalam ruang sedikit hangat berkisar 28-34 derajat C. Usahakan ruangan sedikit mempunyai pentilasi / sirkulasi udara

Langkah terakhir adalah: setelah baklog yang maselium jamur nya sudah tumbuh dan putih yang disimpan di dalam ruang Inkubasi (penyimpan)secra optimal. Pindah Baklog tersebut ke ruangan Kumbung (ruang Panen) Lepaskan/buka tutup koran dari baklog. Ketika itulah para petani jamur akan mulai riang dan bahagia karena pundi-puni uang nya akan bermunculan. Panen dilakukan setelah pertumbuhan Biasanya 10 hari setelah dibuka tutup koran,jamur sudah mulai ntumbuh.jamur mencapai tingkat yang optimal,

Perhatian:

  • Pemanenan sebaiknya dilakukanpada pagi hari untuk mempertahankan kesegarannya & mempermudah pemasaran. Sebenarnya jika pelanggan inign membeli pada siang ataupun sore , jamur pun bisa dipnen pada saat itu.
  • Lebih baik tidak menggunakan kuku tangan, tetapi menggunakan pisau yang telah disterilkan.
  • Tinggalkan / sisakan sedikit pangkal buah jamur yang di panen.
  • Media tidak boleh pecah/patah dan hindari kontak langsung dengan pousi udara seperti asap.

Suhu dalam Ruangan panen (Kumbung) usahakan lebih sejuk dan lembab kira-kira -30 derajat C. Pada lingkungan atau daerah panas/dataran rendah penurunan suhu di dalam kumbung supaya lebih sejuk dan lembab dengan cara melakukan pengembunan buatan seperti: Disemprot atau Spray dengan air bersih menggunakan Sprayer. Trik dan Hal ini akan menambah peningkatan pertumbuhan jaumr tiram, Karena pada dasarnya jamur di alam liar akan tumbuh pada plapukan kayu dan di daerah lembab.

Cara pemanenan lain adalah dengan mencabut semua rumpun jamur yang sudah dirasa layak untuk di panen.

 

 Strategi Pemasaran Jamur 

  1. Seimbangkan antara jumlah pedagang denganketersediaan produk.

Untuk langkah awalnya kita dapat menentukan targetpasar dan jumlah pedagang. Hitung dan seimbangkan jumlah pedagang yang bersedia kita suplai dengan ketersediaan produk. Misalnya, kita berhasil menawarkan kepada minimal 5orang pedagang, masing-masing pedagang menyanggupi untuk mengambil 2kg – 5kg, maka kita harus mampumengatur jumlah panen jamur dalam kumbung yaitu 10kg– 25kg jamur per hari. Inilah jumlah wajib yang harus kitasediakan untuk bisa menyuplai produk ke pedagang-pedagang tersebut, sekaligus untuk membangun kredibilitas.

  1. Buatlah Jadwal Pengisian Baglog dalam Kumbung

Berapapun jumlah baglog jamur dalam kumbung yang dikelola, harus dilakukan penjadwalan yang jelas.Misalnya kita memiliki 10.000 baglog dalam kumbung,itu artinya:

 Pada masa produksi optimal, jamur bisa menghasilkan hingga 100 kg per harinya.

 Jika kita tidak memiliki pasar sebesar itu, maka jumlah10.000 baglog itu harus dijadwal dengan baik, misalnyadiisi per 2000 log dengan jarak pengisian kumbung 2 minggu,

 maka panen akan stabil di angka 30 kg per hari. Iniakan lebih memudahkan kita dalam mendistribusikan hasil panen sesuai dengan target pasar yang telah kita tentukan.

  1. Selalu Menjaga Kualitas Hasil Panen

Untuk bisa memaksimalkan hasil penjualan, harus mampu menjaga kualitas produk agar tetap bagus dan segar, sehingga konsumen pun akan setia mengkonsumsi produk kita. Untuk itu sebaiknya jamur di panen sekitar 3 – 4 jam sebelum dipasarkan dan kemudian dikemas menggunakan plastik kedap udaraagar jamur bisa bertahan lebih dari 24 jam.

          4. Berikan Label Pada Kemasan. 

Dikenalnya jamur oleh masyarakat,otomatis membuat angka permintaan produk semakin meningkat. Dengan begitu tidak dapat dipungkiri lagi bahwa akan semakin banyak pula persaingan antar pedagang jamur segar. Untuk

itulah diperlukan label pada kemasan produk jamur kita sebagai identitas usaha. Hal ini sangat penting untuk membangun brand, kepercayaan dan kredibilitas. Sekaligus mudah untuk men erima kritik serta saran sebagai evaluasi produk selanjutnya.

       5. Periksa Terus Terhadap Hama Penyakit

Secara umum apabila jamur telah berproduksi, tidakada  hama berupa jamur liar. Akan tetapi, dikarenakan jamur mengandung protein, maka apabila baglog telah berumur > 60 hari, biasanya terdapat hama ulat. Ulatini sebenarnya bukan berasal dari baglog atau dari jamurnya, tetapi berasal dari lingkungan. Untuk kasus pada jamur seperti ini, apabila pada jamur telah terdapat ulat, hentikan sementara proses pemanenan,petik seluruh jamur hingga menyisakan jamur yang kecil-kecil saja. Lalu kompres (beri obat) hama ulat. Biarkan kumbung dan jangan diberi proses raising (penyiraman) selama 2 hari. Setelah itu lakukan perawatan seperti biasanya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Semoga berhasil. Disini penulis tidak bermaksud mengurui.. dan mohon maaf jika ada kekeliruan.
Jika sahabat jamur ingin memberikan masukan dan saran silahkan berkomentar dibawah ini wassalam.

News Reporter
Pemuda Yang Sukses Berwirausaha Secara Mandiri
Copyright 2019 @manusiaistimewa.com
%d blogger menyukai ini: